Optimalisasi Kontribusi Dan Manfaat Bagi Ummat

29 November 2009 pukul 23:37 | Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

“Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi manusia yang lainnya” (Al-Hadits)

 

Tidak semua orang yang memiliki pedang tajam dapat menggunakan pedangnya dengan baik sehingga memiliki banyak manfaat. Diantara mereka, ada yang bangga dengan memilikinya lalu memajangnya sebagai hiasan dinding. Ada pula yang menggunakannya untuk mengiris-ngiris bawang dan memotong sayuran untuk dimasak. Dan ada juga yang menggunakannya untuk berjihad fisabilillah, menegakkan kebenaran dan memerangi musuh-musuh Allah.

Dari 3 (tiga) perumpamaan manusia di atas, semuanya tidak ada yang salah apalagi bertindak kriminal dengan pedangnya. Mereka berfikir dan bertindak sesuai dengan pola pikir masing-masing yang mereka miliki dalam memanfaatkan sebilah pedangnya. Namun walaupun semuanya bernilai fositif, ternyata pedang tersebut memiliki nilai manfaat yang berbeda-beda sesuai dengan penggunanya. Mari kita perhatikan dengan seksama…….

Pedang pertama, hanya dijadikan kebanggaan dan hiasan dinding sehingga membuat orang berdecak kagum melihatnya, namun tidak memberikan banyak manfaat sebagaimana fungsi aslinya. Bukankah masih banyak hal lain yang dapat dilakukan dengan manfaat pedang?

Pedang kedua, hanya untuk mengiris bawang dan memotong sayuran. Sesungguhnya, untuk urusan mengiris bawang dan memotong sayuran dapat dilakukan oleh pisau dan tidak harus oleh pedang. Biarlah untuk urusan sederhana seperti itu pisau yang melakukannya. Bukankah masih banyak hal lain yang dapat dilakukan dengan manfaat pedang?

Pedang ketiga, pemiliknya telah menggunakannya dengan tepat. Ia menginfakkan jiwa raga dan pedangnya dalam puncak kemuliaan yang didambakan setiap hamba beriman, jihad fisabilillah dan syahid di dalamnya.

Ilmu Anda = Pedang Anda

Pastikan anda meletakkan ilmu yang telah Allah SWT anugrahkan kepada anda pada posisinya yang mulia. Ilmu itu mulia dan akan menjadikan mulia penuntut dan pemiliknya. Berpikirlah untuk mewujudkan ilmu anda bernilai fositif dan memiliki nilai manfaat yang tinggi sebagaimana halnya pedang di tangan seorang pejuang.

Banyak ‘ranah-ranah’ dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan berbagai aspeknya yang menunggu kehadiran anda untuk berperan dan bermanfaat optimal di sana, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, politik, penegakkan hukum & keadilan, serta yang lain-lainnya.

Ketika sepesialisasi keilmuan anda belum sesuai dengan standar ‘ranah-ranah’ yang sedang menanti anda, segeralah ambil sikap cerdas untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah ada di depan anda. Take action now!

TrackBack URI

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: