PROFIL

Interlife University merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang berkedudukan di Jakarta yang dikelola oleh Interlife Foundation. Interlife University didirikan pada tanggal 1 januari 2005 di Jakarta oleh M. M, Anhar, M.Pd bersama team.

Interlife University memiliki titik tekan pada peningkatan kualitas kepribadian seorang individu sehingga menjadi manusia yang cerdas, terampil, dan sejahtera. Setiap mahasiswa yang belajar di Interlife dibekali dengan ilmu enterpreneurship dan personal marketing. Hal tersebut adalah bekal dasar bagi setiap individu untuk meningkatkan peran sertanya di tengah-tengah masyarakat serta di tengah era industri. Kompetisi yang ketat akan teratasi dengan kemampuan pengetahuan serta skill yang cukup, sehingga akan tercapai hakikat manusia yang sesungguhnya.

Interlife University adalah universitas yang mencirikan idealisme bangsa yang menginginkan adanya suatu perubahan secara revolusi di dunia pendidikan yang sekaligus menjadikan sebuah refleksi dari idealisme pendiri atas dasar keprihatinannya terhadap kondisi bangsa. Banyaknya masyarakat yang menganggur serta mahalnya pendidikan menjadi satu perhatian besar, sebab kedua faktor tersebut memicu timbulnya kemiskinan serta kebodohan yang meluas. Bentuk keprihatinan tersebut terwujud dalam bentuk kepedulian terhadap pendidikan masyarakat yang saat ini mendambakan pendidikan yang murah serta berkualitas.

Melihat realitas di atas sulit kiranya  keinginan masyarakat tersebut  diwujudkan, sebab kita ketahui bersama pendidikan saat ini baik negeri maupun swasta begitu mahal. Hal tersebut diakibatkan oleh adanya kebijakan pemerintah yang tidak tepat dan tidak memihak kepada kemajuan bangsa. Mahalnya pendidikan itu pun tidak memberikan garansi  yang menjamin pada mahasiswanya memiliki skill yang capable.  Sedangkan skill tersebut sebagai modal dasar bagi setiap individu untuk dapat bertahan hidup serta meraih kesuksesan. Pendidikan hanya memberikan sebuah janji untuk mendapatkan pekerjaan bukan untuk menciptakan lapangan kerja.

Paradigma di atas telah lama terbentuk ditengah-tengah masyarakat dimana sekolah hanyalah untuk dapat mencari kerja dan bukti pengukuhannya adalah secarik kertas yang disebut ijazah atau sertifikat. Benda ini telah lama menjadi kebanggaan masyarakat, seakan-akan ijazah adalah kunci dari sebuah kesuksesan.

Realitas diatas sungguh memprihatinkan sebab implikasi dari paradigma yang keliru itu menghasilkan adanya kejumudan dan kemandulan kreatifitas  bangsa. Bukti yang konkret dari itu semua adalah keterbelakangan mental bangsa yang sulit mengadakan transformasi pemikiran serta transformasi kultur. Miskin, bodoh dan banyak utang menjadi realitas keseharian bangsa Indonesia. Padahal sepertiga dari kekayaan dunia terdapat di negeri nusantara ini. Apapun yang anda perbincangkan tentang kekayaan alam, maka Indonesia memiliki semuanya.

Kemandulan berfikir dan  daya kreasi masyarakat harus segera diubah, sebab kita tak ingin hidup didalam mimpi yang berkepanjangan. Saatnya kini bangsa Indonesia bangkit dari tidur panjangnya. Bukalah mata dan lihatlah tetangga kita yang dekat maupun yang jauh, malukah kita? Tentu bukan malu atau tidaknya yang jelas kita perlu segera bertindak untuk mengejar ketertinggalan ini.

Pertaruhkan semua untuk kemajuan bangsa tanpa harus menggadaikan harga diri bangsa kepada World Bank dan IMF. Kita sadari bahwa perjuangan itu sangat berat karena luasnya wilayah serta jumlah masyarakat yang begitu besar bukanlah pekerjaan yang mudah, namun kita harus yakin bahwa semua itu akan dapat di atasi.

Ungkapan rasa keprihatinan seperti yang dikemukakan di atas adalah langkah awal dari sebuah tindakan yang selanjutnya membuat solusi atau jalan keluar dari segala kemelut yang dihadapi bangsa ini. Hadirnya Interlife University adalah langkah awal untuk menuju jalan kesuksesan bangsa, hal yang pasti adalah bangsa ini memerlukan tenaga trampil dan terdidik. Untuk membangun profesionalisme bangsa tentu dibutuhkan lembaga pendidikan yang dapat dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat, baik kalangan atas maupun kalangan menengah kebawah. Lembaga pendidikan yang memiliki sebuah kompetensi merupakan sebuah solusi dari adanya krisis pendidikan yang selama ini menyelimuti masyarakat luas.

Interlife University dibangun untuk mengintegrasikan dunia pendidikan dengan dunia corporate (bisnis). Terintegrasinya dua faktor tersebut akan mendekatkan dunia kehidupan mahasiswa dengan dunia akademis yang bersifat teoritis. Sedangkan dunia coorporate menjadi sebuah laboratorium bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan seluruh teori yang didapatkan dari kampus. Konsep penyusunan kurikulum yang terdapat di Interlife University dialokasikan 70 persen dalam bentuk praktek dan 30 persen dalam bentuk teori. Perimbangan tersebut diarahkan agar mahasiswa dapat secara langsung mempelajari kehidupannya sendiri. Permasalahan sulitnya mencari pekerjaan akan terkikis secara gradual. Banyaknya mahasiswa yang dilatih serta diarahkan secara terus menerus untuk hidup trampil serta berpengetahuan luas merupakan harapan besar dalam menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi bangsa untuk menuju ke arah kemandirian hidup.

Interlife University telah beraviliasi dengan 20 (dua puluh) kampus swasta yang terakreditas, sehingga mahasiswa dapat memilih perguruan tinggi yang diminatinya. Interlife University sebagai kampus bersama yang menyelenggarakan perkuliahan dengan berbagai macam perguruan tinggi pada satu tempat.

Dengan adanya Interlife University kita semua dapat berharap semoga bangsa Indonesia dapat meraih kesuksesan dan menjadi bangsa yang unggul dan bermartabat dihadapan bangsa lainnya.

TrackBack URI

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: